
Jika direnungkan mulai dari prinsip-prinsip sampai tujuannya, maka ibadah itu ibarat sebuah jalan di gunung yang sulit ditempuh, penuh dengan rintangan, bencana, berjarak jauh, banyak musuh dan penghalang dan sedikit yang mengikutinya.
Mula-mula orang yang melakukan perjalanan ibadah itu seperti dalam firman Allah:
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya” (QS. Az-Zumar:22)
Yaitu kesadaran bahwa ternyata dirinya adalah seorang hamba yang diberi nikmat oleh Dzat yang memberi nikmat yang menuntut agar bersyukur dan...